Senin, 25 November 2013

DASAR-DASAR PEMROGRAMAN JAVA


1.   Tujuan
a.   Memahami konsep ADT (Abstract Data Type)
b.   Memahami Class dan Object
c.   Memahami Kata-kata kunci (keyword) dan operator-operator pada Java


2.   Dasar Teori

·   ADT merupakan kumpulan dari elemen-elemen  data  yang  disajikan
       
dengan satu set  operasi  yang  digambarkan pada elemen-elemen data
       
tersebut
·   Keyword merupakan identifier khusus yang sudah disediakan oleh Java
       
untuk tujuan tertentu.



3.   Tugas Pendahuluan
1.   Apa yang dimaksud dengan kelas dan object. Berikan contoh
2.   Apa yang dimaksud dengan Java literal, tipe data primitif, tipe variabel,
       
identifier dan operator. Berikan contoh


4.   Praktikum
Percobaan 1a. Program class Mobil ; Package Mobil_1
package Mobil_1;
public class Mobil {

private String Warna;
private int Jumlah_Pintu;
private double Isi_Tangki;


public Mobil() {
                super();
}

public Mobil(String warna, int jumlah_Pintu, double isi_Tangki) {
                super();
Warna = warna;
Jumlah_Pintu = jumlah_Pintu;
Isi_Tangki = isi_Tangki;
}

public String getWarna() {
                return Warna;
}
public void setWarna(String warna) {
                Warna = warna;
}
public static int Maju(int maju) {
                int majukedepan = 0;
majukedepan = majukedepan + maju; return (majukedepan);
}

public int Mundur(int mundur) {
                int mundurbelakang = 0;
mundurbelakang = mundurbelakang + mundur; return (mundurbelakang);
}

public int getJumlah_Pintu() {
                return Jumlah_Pintu;
}
public void setJumlah_Pintu(int jumlah_Pintu) {
                Jumlah_Pintu = jumlah_Pintu;
}
public double getIsi_Tangki() {
                return Isi_Tangki;
}
 
public void setIsi_Tangki(float isi_Tangki) {
                Isi_Tangki = isi_Tangki;
}
}
Percobaan 1b. Program class TestDrive1; package Mobil_1 package Mobil_1;
public class TestDrive1 {
public static void main(String[] args) {
System.out.println("Mobil maju sejauh " + Mobil.Maju(25) + "
meter");
}
}

Percobaan 2a. Program class Mobil, package Mobil_2
package Mobil_2;
public class Mobil {
public String Warna;
private int Jumlah_Pintu;
private double Isi_Tangki;

public Mobil() {
super();
}
public Mobil(String warna, int jumlah_Pintu, double isi_Tangki) {
                super();
Warna = warna;
Jumlah_Pintu = jumlah_Pintu;
Isi_Tangki = isi_Tangki;
}

public String getWarna() {
                return Warna;
}

public void setWarna(String warna) {
                Warna = warna;
}
public int Maju(int maju) {
int majukedepan = 0;
majukedepan = majukedepan + maju; return (majukedepan);
}
public int Mundur(int mundur) {
                int mundurbelakang = 0;
mundurbelakang = mundurbelakang + mundur; return (mundurbelakang);
}
public int getJumlah_Pintu() {
                return Jumlah_Pintu;
}

public void setJumlah_Pintu(int jumlah_Pintu) {
                Jumlah_Pintu = jumlah_Pintu;
}

public double getIsi_Tangki() {
                return Isi_Tangki;
}
public void setIsi_Tangki(float isi_Tangki) {
                Isi_Tangki = isi_Tangki;
}
}

Percobaan 2b. Program class TestDrive2, package Mobil_2


package Mobil_2;
public class TestDrive2 {
rn (mundurbelakang);
public static void main(String[] args) {
                Mobil mobilku = new Mobil();
                mobilku.Warna = "merah";
                System.out.println
("Mobilku yang berwarna " + mobilku.Warna + " mundur
sebanyak " + mobilku.Mundur(15) + " meter");
}
}


Percobaan 3a. Program class Mobil, package Mobil_3
package Mobil_3;
public class Mobil {
private String Warna;
private int Jumlah_Pintu;
private double Isi_Tangki;

public Mobil() {
super();
}
public Mobil(String warna, int jumlah_Pintu, double isi_Tangki) {
                super();
Warna = warna;
Jumlah_Pintu = jumlah_Pintu;
Isi_Tangki = isi_Tangki;
}

public String getWarna() {
                return Warna;
}
public void setWarna(String warna) {
                Warna = warna;
}
public int Maju(int maju) {
int majukedepan = 0;
majukedepan = majukedepan + maju;

}
public int getJumlah_Pintu() {
                return Jumlah_Pintu;
}
public void setJumlah_Pintu(int jumlah_Pintu) {
                Jumlah_Pintu = jumlah_Pintu;
}

public double getIsi_Tangki() {
                return Isi_Tangki;
}
public void setIsi_Tangki(float isi_Tangki) {
                Isi_Tangki = isi_Tangki;
}
}

Percobaan 3b. Program class TestDrive3, package Mobil_3

package Mobil_3;
import Mobil_3.Mobil;


public class TestDrive3 {
public static void main(String[] args) {
Mobil mobil_Adi = new Mobil("Merah", 4, 7.5); System.out.println
("Mobilku yang berwarna " + mobil_Adi.getWarna() +
" maju sebanyak " + mobil_Adi.Maju(125) + " meter" + " dan
menghabiskan bensin " + mobil_Adi.getIsi_Tangki() + " liter bok!");
                }
}

 


Operator Dalam Visual Basic



Dalam setiap bahasa pemrograman, pasti terdapat operator-operator untuk melakukan proses matematika. Nah, kali ini saya ingin menjelaskan mengenai jenis-jenis operator-operator dalam Visual Basic 2008. Terdapat empat operator dalam bahasa pemrograman visual basic ini. Yaitu operator aritmatika, operator perbandingan, dan operator keterangan atau logika. Berikut penjelasannya masing-masing operator:

* Operator Aritmatika
Operator Aritmatika ini digunakan untuk melakukan operasi perhitungan, seperti penjumlahan, perkalian, mencari sisa hasil bagi (modulus) dan lain sebagainya. Nah, terdapat beberapa perbedaan antara operator aritmatika visual basic dengan C++. Berikut adalah operator-operator aritmatika yang terdapat dalam visual basic:
-           ^ : untuk perpangkatan
-           - : untuk bilangan min (tanda negatif)
-           * : untuk perkalian
-           / : untuk pembagian
-           \ : untuk pembagian integer
-           + : untuk penjumlahan
-           - : juga bisa untuk pengurangan
-          mod (modulus) : untuk mencari sisa hasil bagi (berbeda dengan C++ yang menggunakan %)

* Operator Perbandingan
Operator perbandingan digunakan untuk mengetahui hasil perbandingan dua atau lebih bilangan, misalkan mencari bilangan terbesar dan lain sebagainya. untuk membandingkan bilangan, kedua bilangan harus memiliki tipe data yang sama. Berikut adalah operator perbandingan yang terdapat dalam visual basic:
-           = : untuk sama dengan
-           <> : untuk tidak sama dengan
-           < : untuk kurang dari
-           > : untuk lebih dari
-          <= : untuk lebih kecil atau sama dengan
-           >= : untuk lebih besar atau sama dengan
-           Like : untuk bilangan yang mempunyai ciri yang sesuai
-           Is : untuk bilangan yang sama dengan referensi objek



 * Operator Keterangan/Logika
Operator keterangan digunakan untuk menerangkan bilangan yang dimaksud. Juga digunakan untuk mengekspresikan dua data atau lebih. Berikut adalah jenis operator keterangan atau logika dalam visual basic:
-           not : untuk tidak
-          and : untuk dan
-          or : untuk atau
-           Xor : untuk Exclusive or
-           Eqv : untuk equivalen
-           Imp : untuk implikasi





Tipe Data Pada Visual Basic
Di Visual Basic menyediakan beberapa tipe data untuk membuat program aplikasi. Ketepatan memilih tipe data akan sangat menentukan pemakaian resource (sumber daya) oleh aplikasi yang kita buat sehingga akan dihasilkan program aplikasi yang efisien dan memiliki permormance tinggi.
Tipe-tipe  data yang disediakan oleh Visual Basic antara lain adalah :
  1. Byte, dengan ukuran Byte =  1 byte, memiliki jangkauan = 0 s.d 255
  2. Boolean, dengan ukuran Byte = 2 byte, memiliki jangkauan = True (benar) atau False (salah)
  3. Integer, dengan ukuran Byte = 2 byte, memiliki jangkauan = -32.768 s.d 32.767
  4. Long (Long Integer), dengan ukuran Byte = 4 byte, memiliki jangkauan =  -2.147.483.648 s.d 2.147.483.648
  5. Single, dengan ukuran Byte = 4 byte, memiliki jangkauan = -3.402823 E38 s.s -1.401298 E -45 (-); 1.401298 E -45 s.d 3.402823 E38 (+)
  6. Double, dengan ukuran Byte = 8 byte, memiliki jangkauan = -1.79769313486232 E308 s.d -4.94065645841247 E-324 (-); 4.94065645841247 E-324 s.d 1.79769313486232 E308 (+)
  7. Currency (nilai uang), dengan ukuran Byte = 8 byte
  8. Decimal, dengan ukuran Byte = 14 byte
  9. Date (tanggal), dengan ukuran Byte = 8 byte
  10. Object, dengan ukuran Byte = 4 byte, memiliki jangkauan = mengacu pada objek yang digunakan
  11. String (panjang bervariasi), dengan ukuran Byte = 10 byte + panjang string, memiliki jangkauan = 0 hingga kurang lebih 1 milyar
  12. String (panjang tetap), dengan ukuran Byte = panjang string, memiliki jangkauan = 1 hingga kurang lebih 65.400
  13. Variant (dengan angka), dengan ukuran Byte = 16 byte, memiliki jangkauan = sembarang angka hingga jangkauan jenis double
  14. Variant (dengan karakter), dengan ukuran Byte = 22 byte + panjang string, memiliki jangkauan = sama dengan jangkauan variable string
  15. User-defined (ditetapkan oleh pemakai), dengan ukuran Byte =  sesuai dengan tipe data yang digunakan, memiliki jangkauan = jangkauan tiap elemen sama dengan jangkauan tipe data yang digunakan dalam elemen tersebut





.Tipe Dasar Dalam Bahasa Pemrograman C++
TYPE
MEMORY SIZE
VALUE RANGE
PRESISI
Char
1
-128 s/d +127
-
Int
2
-32768 s/d +32767
-
Short
2
-32768 s/d +32767
-
Long
4
-2147438648 s/d +2147438647
-
Float
6
3.4∙10-38 s/d 3.4∙10+38
6-7
Double
8
1.7∙10-308 s/d 1.7∙10+308
15-16
LongDouble
10
3.4∙10-4932 s/d 1.1∙10+4932
19


Tipe Unsigned Dalam Bahsa Pemrograman C++
TYPE
VALUE RANGE
UnsignedChar
0 s/d 255
UnsignedInt
0 s/d 65535
UnsignedShort
0 s/d 65535
UnsignedChar
0 s/d 4294967295

Operator Algoritma Dalam Bahasa Pmrograman C++
OPERATOR
KETERANGAN
CONTOH
*
Operator Perkalian
a*b
/
Operator Pembagian
a/b
%
Operator modulus
a%b
+
Operator Penjumlahan
a+b
-
Operator Pengurangan
a-b
Opertaor Decrement-Increment Pada C++
OPERATOR
KETERANGAN
CONTOH
--
Operator Decrement
--a
a--
++
Operator Increment
++b
b++

:
OPERATOR RELASI
OPERATOR
KETERANGAN
==
Operator Sama dengan
!=
Operator tidak Sama dengan
Operator Lebih dari
Operator Kurang dari
>=
Operator Lebih dari atau Sama dengan
<=
Operator Kurang dari atau Sama dengan
       
OPERATOR LOGIKA
OPERATOR
KETERANGAN
&&
Operator dan
||
Operator atau
!
Operator bukan

Struktur Logika Dalam Bahasa Pemrograman C++
Pernyataan If
Pernyataan yang dipakai untuk mengambil sebuah keputusan yang berdasarkan suatu syarat kondisi.

Pernyataan Switch
Pernyataan yang di gunakan untuk menjalankan salah satu perytaan dari beberapa kemungkinan pernyataan berdasarkan nilai dari sebuah variable.
a.    Pernyataan If sederhana
If (kondisi)
{
Pernyataan
}

b.    Pernyataan if-Else
If (kondisi)
{
Pernyataan1
}
Else
{
Pernyataan2
}
c.    Pernyataan Nested If
If (kondisi1)
{
Pernyataan1
}
Else if (kondisi2)
{
Pernyataan2
}
Else
{
Pernyataan3
}
d. Pernyataan Switch